Kuningan, Jakarta Selatan

Posted on

Travel Jakarta Kuningan – Kuningan adalah satu kawasan bisnis di Jakarta, anggota berasal dari Segitiga Emas Jakarta, yang termasuk Jalan Rasuna Said, Gatot Subroto, M.H. Thamrin, Jenderal Sudirman. Di Kuningan, Jakarta Selatan terkandung lebih dari satu lokasi penting pada lain: Kantor Kedutaan Besar Australia, Malaysia, Singapura, Polandia, Nigeria, India, Swiss, Rusia dan tetap banyak lagi. Di sini termasuk terkandung gedung pusat kebudayaan Belanda, Erasmus Huis. Kawasan bisnis yang kondang adalah Mega Kuningan, Rasuna Epicentrum.

Daerah Rasuna, Kuningan, yang menjadi keliru satu daerah kondang di daerah Kuningan
Asal usul nama
Asal nama Kuningan di Jakarta tidak terlepas berasal dari sejarah Kabupaten Kuningan, sebuah kabupaten di timur Jawa Barat. Hal ini terkait erat bersama seorang tokoh bernama Dipati Ewangga. Dipati Ewangga adalah panglima pasukan tentara Kuningan. Dia mempunyai kemahiran berperang dan membuat senjata berasal dari logam berwujud keris, kujang, tombak, anak panah dan pedang. Dia mempunyai seekor kuda tunggangan bernama Si Windu, yang tubuhnya kecil tapi tenaganya kuat dan larinya gesit. Dalam mitologi setempat kuda ini disebut kuda semberani yang bisa terbang. Karena daerah menetapnya di Cangkuang (sekitar 2 km sebelah tenggara kota Kuningan sekarang) Dipati Ewangga mendapat julukan Dipati Cangkuang.

Tatkala pasukan Demak dan Cirebon menyerang Banten (1526 M) dan Sunda Kalapa (1527 M) yang merupakan pelabuhan kerajaan Sunda Pajajaran, pasukan Kuningan diikutsertakan dalam penyerangan selanjutnya dan dipimpin segera oleh Dipati Cangkuang. Akhirnya Banten dan Sunda Kalapa bisa ditaklukkan dan sesudah itu Sunda Kalapa beralih nama menjadi Jayakarta dan saat ini menjadi Jakarta.

Tampaknya Dipati Cangkuang beserta sejumlah pasukannya, termasuk lebih dari satu pasukan dari Cirebon dan Demak kemudian terus menetap di Jakarta. Dapat dikatakan bahwa mereka merupakan penduduk Muslim pertama di kota pelabuhan tersebut. Rupanya Dipati Cangkuang menentukan ke daerah selatan agak ke pedalaman sebagai daerah tinggal mereka di Jayakarta, sesudah itu mendirikkan perkampungan yang diberi nama mirip layaknya kampung halaman mereka yaitu Kuningan.

Di kawasan Kuningan, Jakarta, ini termasuk terkandung kuburan yang dikeramatkan oleh warga setempat, yang terdapat di dekat Gedung Telkom Divisi Regional 2, yang dikenal bersama kuburan Pangeran Kuningan. Mungkin kuburan yang dimaksud adalah makam berasal dari Adipati Cangkuang atau Dipati Ewangga.

Sejarah
Masa Pra sejarah
Diperkirakan ± 3.500 th. sebelum masehi telah terkandung kehidupan manusia di daerah Kuningan, hal ini berdasarkan terhadap lebih dari satu peninggalan kehidupan terhadap zaman pra peristiwa yang memperlihatkan adanya kehidupan terhadap zaman Neolitikum dan batu-batu besar yang merupakan peninggalan berasal dari kebudayaan Megalitikum. Bukti peninggalan selanjutnya bisa dijumpai di Kampung Cipari Kelurahan Cigugur yaitu bersama ditemukannya peninggalan pra-sejarah terhadap th. 1972, berwujud alat berasal dari batu obsidian (batu kendan), pecahan-pecahan tembikar, kuburan batu, pekakas berasal dari batu dan keramik. Sehingga diperkirakan terhadap masa itu terkandung pemukiman manusia yang telah punyai kebudayaan tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Situs Cipari mengalami dua kali masa pemukiman, yaitu masa akhir Neoletikum dan awal pengenalan bahan perunggu berkisar pada th. 1000 SM sampai bersama 500 M. Pada sementara itu masyarakat telah mengenal organisasi yang baik serta keyakinan berwujud pemujaan terhadap nenek moyang (animisme dan dinamisme). Selain itu ditemukannya pula peninggalan kebiasaan berasal dari batu-batu besar berasal dari zaman megalitikum
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *