Tiga Terapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus dan Penyandang Cacat

Tidak seperti dugaan banyak orang, bahwa orang dengan kebutuhan khusus masih bisa beraktivitas mandiri. Dengan therapy anak abk yang tepat, Anda bisa membantu orang dekat meningkatkan kualitas hidup supaya lebih produktif. Namun, terapi macam apa yang bisa digunakan untuk seorang yang menyandang cacat atau berkebutuhan khusus?

erlinahappyplay.com

Ada tida jenis terapi utama yang bisa Anda gunakan bagi orang yang berkebutuhan khusus dan penyandang cacat. Namun, perlu Anda ingat jika kondisi setiap orang berbeda-beda dan terapi yang diaplikasikan disesuaikan.

  • Terapi Fisik

Adanya keterbatasan bergerak atau mengoorganisasikan beberapa anggota tubuh, maka Anda memerlukan terapi fisik. Terapi fisik (fisioterapi) mengutamakan peningkatan kemampuan keseimbangan motorik, kekuatan, koordinasi, dan daya tahan tubuh. Keterampilan motorik ada dua yang perlu dilatih, yaitu:

  1. Keterampilan motorik kasar yang mencangkup aktivitas yang menggunakan otot besar, misalnya berjalan, merangkak, melompat, ataupun berlari.
  2. Keterampilan motorik halus yang menggunakan otot kecil, seperti memegang sendok ataupun memindahkan barang.
  • Terapi Kognitif

Terdapat beberapa macam jenis terapi yang ada di dalam terapi kognitif. Kognitif ini mengarah ke fungsi daya ingat, pemikiran logis, pembelajaran, persepsi, penilaian, perencanaan, dan kemampuan dalam membuat keputusan.

Terapi ini bisa Anda gunakan untuk anggota keluarga yang menyandang cacat, khususnya yang mengalami gangguan belajar. Terdapat dua bentuk terapi kognifit, yaitu psikoterapi, yang disebut sebagai terapi kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) dan rehabilitasi kognitif.

  • Terapi Perilaku

Terapi ini merupakan jenis psikoterapi yang fokusnya untuk mengurangi masalah perilaku serta memberikan dukungan keterampilan beradaptasi di lingkungan sekitar. Terapi perilaku ini menggunakan pendekatan psikologis guna meningkatkan kemampuan fisik, komunikasi penyandang cacat maupun berkebutuhan khusus, dan unutk gejala mental.

Terapi kognitif ini membantu penyandang cacat untuk memproses informasi dari luar serta perasaan dan pikiran sendiri. Namun, perilaku lebih fokus membentuk perilaku yang diinginkan serta menghapus perilaku atau kebiasaan yang tak diinginkan. Metodenya pun berbagai jenis, bergantung mana yang sesuai dengan kondisi, usia, dan kebutuhan pasien.

Tiga jenis terapi untuk anak berkebutuhan khusus serta penyandang cacat di atas semoga membantu. Sekian dari kami dan sampai berjumpa di lain kesempatan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *